UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION UNDER CONSTRUCTION My Blog

My Visitor

Kamis, 02 Desember 2010

Tugas

Perang Mu'tah

Pada bulan jumada al-ula tahun kedelapan hijriyah,rasulullah saw.mengirim pasukannya ke wilayah syam.beliau menjuk Zaid bin Haritsah sebagai komandan pasukan yg membawahi 3.000prajurit.rasulullah saw.bersabda."jika Zaid gugur,yg menggantikan posisinya sebagai komandan pasukan adalah ja'far bin abu thalib,jika ja'far bin abu thalib gugur,yg menggantikan posisinya sebagai komandan pasukan adalah Abdullah bin Rawahah"
Kekuatan militer yg dikirimkan rasulullah saw.ke mu'tah adalah pasukan khusus.sama sekali tidak melibatkan dan memobilisasi kaum muslim di madinah,seperti yg beliau biasa lakukan dalam peperangan lainnya.prajurit-prajurit yg diberangkatkan adalah orang-orang yg bertakwa,berani,dan taat kepada para komandannya.
pasukan kaum muslim berjalan dan singgah di mu'an,kawasan syam.di sana mereka mendapat informasi bahwa pasukan hiraklius telah tiba di ma'ab,kawasan balqa,dengan membawa serta 100.000 prajurit gabungan dari lakhm,judzam,al-yaqin,bahra,dan baly. Pasukan kedua ini dipimpin salah seorang dari Baly dan dari Irasyah yang bernama Malik bin Zafilah.
Mendengar informasi tersebut kaum muslim berkemah di Mu'an selama dua malam untuk merundingkan langkah-langkah selanjutnya.Sebagian di antara mereka berkata "Kita kirim saja surat kepada Rasulullah saw.dan kita jelaskan jumlah musuh agar beliau mengirimkan bantuan, lalu memerintahkan kita pulang."
Namun, Abdullah bin Rawahah membarikan support kepada mereka seraya berkata,"Wahai kaum Muslim,demiAllah, sesuatu yang kalian takuti sebenarnya adalah parkara yang kalian cari selama ini,yaitu mati syahid.Kita tidak memerangi musuh atas dasar jumlah yang besar dan kekuatan yang besar,tetapi atas dasar agama Islam ini,yang dengan itu Allah memuliakan kita.Berangkatlah kalian,niscaya kalian akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan,kemenangan atau mati syahid."
Kaum Muslim pun bereaksi dengan berkata,"Abdulah bin Rawahah berkata benar."
Pasukan yg dipimpin Zaid bin Haritsah lalu melanjutkan perjalanannya hingga tiba di perbatasan al-balqa,didesa masyarif.mereka bertamu dengan pasukan romawi dan pasukan gabungan orang-orang arab.kedua belah pihak saling mendekat,tetapi kaum muslim menggeser posisinya kedesa mu'tah.ditempat itu kedua belah pihak bertemu.
kedua pasukan bertemu dan terjadilah pertempuran dahsyat;pasukan kaum muslim yg berjumlah 3.000 prajurit melawan pasukan gabungan musuh yg berjumlah 200.000 prajurit.Zaid bin Haritsah bertempur sambil memegang bendera perang Rasullullah saw.sampai ia gugur terkena lemparan tombak musuh.bendera diambil alih oleh Ja'far bin Abu thalib.peperanganpun semakin sengit Ja'far terus menyerang musuh hingga gugur.
Sesat sebelum syahidnya ja'far bin abu thalib,ia memegang bendera perang dangan tangan kananya,namun sabetan pedang musuh memutuskan tangan kirinya.lalu ia mendeap bendera perang dengan sia kedua lengannya hingga ia pun gugur.usianya saat itu baru 33 tahun.allah swt.memberinya ganjaran dlam bentuk dua sayap di surga ia dapat terbang kemana pun yg dikehendakinya.ada yg mengatakan bahwa salah seorang prajirit romawi berhasil membunuhnya dengan membelah dua badannya.
Begitu ja'far gugur,Abdullah bin Rawahah mengambil-alih bendera perang.ia maju denga mengendarai kudanya.sejenak ia bimbang seraya berkata,"wahai diriku,aku bersumpah,engkau harus terjun kemedan perang,atau aku yg memaksamu terjun....wahai diriku,apabila engkau tidak terbunuh,maka engkau tetap akan mati.itulah kendali kematian yg telah mengenaimu.apa yg engkau idam-idamkan telah diberikan kepadamu.apabila engkau menjalankan perbuatan dua orang sahabatmu,maka engkau memperoleh petunjuk.
Kemudian Abdullah bin Rawahah terjun ke medan perang.saat itu ia didatangi oleh sudara sepupunya yg membawa sekerat daging.Abdullah bin Rawahah mengambil daging tersebut lalu menggigitnya.namun ia tertegun mendengar teriakan perang dari kedua kubu.lalu ia membuang daging itu,mengambil pedangnya,kemudian bertempur hingga gugur sebagai syahid.
Setelah abdullah bin rawahah gugur,kaum muslim kemudian mengangkat khalid bin walid sebagai komandan perng dan melanjutkan peperangan melawan musuh hingga menjelang malam.
Malam harinya kaum muslim berunding dengan khalid bin walid sampai ia memutuskan untuk menggunakan taktik guna menggentarkan pasukan musuh.ibn walid memerintahkan beberapa kelompok prajurit kaum muslimin pada pagi harinya agar berjalan dari arah kejauhan menuju mesan perang dengan menarik pelepah-pelepah pohon sehingga dari kejauhan terlihat seperti pasukan bantuan yg datang dengan membuat debu-debu berterbangan.pasukan musuh yg menyaksikan peristiwa tersebut mengira bahwa pasukan kaum muslim benar-benar mendapatkan bala bantuan.mereka berpikir,bahwa kemarin dengan 3000 orang pasukan saja merasa kewalahan menghadapi pasukan kaum muslim,apalagi jika datang pasukan bala bantuan.karena itu,pasukan musuh akhirnya mengundurkan diri dari medan pertempuran,kembali kedaerah perkotaan di syam.
mundurnya pasukan romawi dari medan mu'tah dan kembalinya mereka ke benteng-benteng di wilayah perkotaan menunjukan bahwa target yg dicanangkan rosulullah saw.berhasil di capai.kerajaan romawi tidak lagi memandang sebelah mata kekuatan Daulah Islamiyah.mereka amat paham,bahwa seruan untuk memeluk islam,adalah sungguh-sungguh,yg jika tidak mereka respon,berarti akan berhadapan dengan para mujahid muslim,yg akan menghancurkan hambatan-hambatan masuknya islam ke tanah syam dan kekuasaan romawi.kesungguhan nabi saw.dalam hal ini sudahditunjukan dengan ekspedisi militer ke mu'tah.(sirah nabawiyah)

Senin, 15 November 2010

Amaliyah Menyambut Idul Adha

Tidak lama lagi, kita akan merayakan salah satu hari raya umat Islam, yaitu Idul Adh-ha; hari di mana kita disyariatkan berkurban. Hari raya ini, Allah sebut dalam kitab-Nya dengan nama hari Haji Akbar (lihat surah At Taubah: 3). Disebut demikian, karena sebagian besar amalan haji dilakukan pada hari ini. Oleh karena itu, hari ini (yakni hari nahar) adalah hari yang paling agung di sisi Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَعْظَمَ اْلأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ القَرِّ
“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Ta’ala adalah hari nahar (10 Dzulhijjah) kemudian hari qar (hari setelahnya).” (HR. Abu Dawud dengan isnad yang jayyid, takhrij Al Misykaat 2/810)
Bahkan hari raya Idul Adh-ha lebih utama daripada hari Idul Fitri karena di hari Idul Adh-ha terdapat shalat Ied dan berkurban, sedangkan dalam Idul Fitri terdapat shalat Ied dan bersedekah, dan berkurban jelas lebih utama daripada bersedekah.
Termasuk rahmat Allah dan kebijaksanaan-Nya adalah apabila Dia mensyariatkan suatu amal saleh, Dia mengajak semua orang melakukannya, dan jika di antara mereka ada yang tidak sanggup melakukannya, maka Dia mensyariatkan amal saleh yang lain sehingga mereka yang tidak mampu melakukannya tetap memperoleh pahala, di mana dengan amal saleh tersebut, Allah mengangkat derajat mereka dan menambah pahalanya. Contohnya adalah barang siapa yang tidak mampu berwuquf di ‘Arafah, maka Allah mensyariatkan baginya puasa ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) yang menghapuskan dosa yang dikerjakan di tahun yang lalu dan yang akan datang, demikian pula mensyariatkan untuknya berkumpul pada hari Idul Adh-ha untuk shalat Ied, berdzikr, dan berkurban..

Senin, 08 November 2010

Perkembangan Islam di Jawa

Perkembangan Islam di Jawa Perkembangan di Jawa tidak bisa dipisahkan dari peranan wali, jumlah wali yang terkenal sampai sekarang adalah sembilan, yang dalam bahasa dikenal dengan sebutan WALI SONGO. Para wali yang termasuk dalam wali songo adalah sebagai berikut :

a)MAULANA MALIK IBRAHIM Maulana malik ibrahim juga dikenal dengan panggilan Maulana Maghribi atau syekh Magribi, karena berasal dari wilayah Maghribi, Afrika Utara. Kedatangannya dianggap sebagai permulaan masuknya Islam di Jawa. Maulana Malik Ibrahim menerapkan metode dakwah yang tepat untuk menarik simpati masyarakat terhadap Islam.

b)SUNAN AMPEL Pada awal penyiaran Islam di pulau Jawa, Sunan Ampel menginginkan masyarakat menganut keyakinan Islam yang murni. Ia tidak setuju dengan kebiasaan masyarakat Jawa, seperti kenduri, selamatan dan sesaji. Hal itu terlihat dari persetujuannya ketika Sunan Kalijaga, dalam ocehannya menarik umat Hindhu dan Budha mengusulkan agar adat istiadat Jawa itulah yang diberi warna Islam.

c)SUNAN BONANG Dalam menyebarkan agama Islam, ia selalu menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat yang sangat menggemari wayang serta musik gamelan. Sunan Bonang memusatkan kegiatan dakwahnya di Tuban. Dalam aktifitasnnya ia mengganti nama dewa dengan nama-nama malaikat.

d)SUNAN GIRI Sunan Giri memulai aktifitas dakwahnya didaerah Giri dan sekitarnya dengan mendirikan pesantren yang santrinya kebanyakan berasal dari golongan masyarakat ekonomi lemah. Sunan Giri terkenal sebagai pendidik yang berjiwa demokratis.

e)SUNAN DRAJAT Sunan Drajat juga tidak ketinggalan untuk menciptakan tembang jawa yang sampai saat ini masih digemari masyarakat, yaitu tembang pangkur. Hal yang paling menonjol dalam dakwah sunan drajat ialah perhatiannya yang serius pada masalah-masalah sosial, ia selalu menekan bahwa memberi pertolongan kepada masyarakat umum.

f)SUNAN KALIJAGA Ketika para wali memutuskan untuk menggunakan pendekatan kultural termasuk pemanfaatan wayang dan gamelan sebagai media dakwah, orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga mengarang aneka cerita wayang bernafaskan Islam terutama mengenai etika.

g)SUNAN KUDUS Sunan Kudus mengajarkan agama Islam didaerah Kudus dan sekitarnya, ia mempunyai keahlian khusus dalam ilmu fiqih, urul fiqih, tauhid, hadits, tafsir dan logika.
Oleh karena itu ia mendapat julukan waliyyul ‘ilmi. Sunan Kudus juga melaksanakan
dakwah dengan pendekatan kultural.

h)SUNAN MURIA Sunan Muria memusatkan kegiatan dakwahnya di Gunung Muria yang terletak 18 km sebelah utara kota Kudus. Cara yang ditempuhnya dalam menyiarkan agama islam adalah dengan mengadakan kursus-kursus bagi kaum pedagang, para nelayan, dan rakyat biasa.

i)SUNAN GUNUNG JATI Sunan gunung Jati lahir di Mekkah pada tahun 1448. ia mengembangkan ajaran islam di cirebon, majalengka, kuningan, kawali, sunda kelapa dan banten sebagai dasar bagi perkembanganislam di Banten 3.